Kamis, 12 Juni 2008 | 20:36 WIB
JAKARTA, KAMIS - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie tak terlalu memperdulikan hasil penelitian Profesor Richard Davies, geolog dari Universitas Durham, Inggris yang menyimpulkan bahwa semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, sejak dua tahun lalu dipicu oleh pengeboran Banjar Panji-1.
"Itu kan satu dari 100 tanggapan lain," kata Menko Kesra Aburizal Bakrie usai mengikuti rapat persiapan kunjungan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (12/6).
Sambil mengayunkan kaki, menuju lokasi kendaraan Lexus bernopol RI 13, pria yang kerap disapa Ical ini mempersilahkan pihak kepolisian Daerah Jawa Timur untuk menggunakannya sebagai berkas penyidikan. "Semua itu boleh dibawa. Ada 100 lawan 1, yang menang ya 100 lah," katanya dengan senyum melebar.
JAKARTA, KAMIS - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie tak terlalu memperdulikan hasil penelitian Profesor Richard Davies, geolog dari Universitas Durham, Inggris yang menyimpulkan bahwa semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, sejak dua tahun lalu dipicu oleh pengeboran Banjar Panji-1.
"Itu kan satu dari 100 tanggapan lain," kata Menko Kesra Aburizal Bakrie usai mengikuti rapat persiapan kunjungan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (12/6).
Sambil mengayunkan kaki, menuju lokasi kendaraan Lexus bernopol RI 13, pria yang kerap disapa Ical ini mempersilahkan pihak kepolisian Daerah Jawa Timur untuk menggunakannya sebagai berkas penyidikan. "Semua itu boleh dibawa. Ada 100 lawan 1, yang menang ya 100 lah," katanya dengan senyum melebar.
Dari hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Earth Planetary Science and Letters, Geolog Davies menolak teori yang menyatakan, semburan lumpur panas Lapindo sebagai akibat pengaruh gempa bumi di Yogyakarta. Pasalnya, gempa bumi terjadi dua hari sebelum lumpur menyembur dan akhirnya meluluhlantakan desa Porong.
Menyangkut permasalahan Revisi Perpres Nomor 14 Tahun 2007 tentang BPLS yang hingga kini belum mendapat tanda tangan Presiden Yudhoyono, dengan santai mantan Menko Perekonomian ini mengaku tidak mengetahuinya secara detail.
"Saya tidak tahu. Tanya BPLS mungkin masih diantara menteri-menteri barangkali. Saya kan tidak ikut BPLS," katanya. (Persda Network/Ade Mayasanto)
Ada 32 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
endah novianti @ Jumat, 13 Juni 2008 | 17:51 WIB
wah..hebat ya bung ical, sudah menjadi seorang pejabat ditambah menjadi salah satu orang terkaya di asia tenggara, tapi sayang..beliau tidak mempunyai hati nurani. persolalan lapindo mungkin boleh dibilang sebagai "ujian" bagi bung ical, tapi sayangnya, beliau sama sekali tak tanggap tentang apa yang sebenarnya terjadi, hey bung ical apa anda takut jatuh miskin karena menolong rakyat kecil sebagai AKIBAT DARI KERAKUSAN ANDA SEBAGAI SEORANG MANUSIA?
wah..hebat ya bung ical, sudah menjadi seorang pejabat ditambah menjadi salah satu orang terkaya di asia tenggara, tapi sayang..beliau tidak mempunyai hati nurani. persolalan lapindo mungkin boleh dibilang sebagai "ujian" bagi bung ical, tapi sayangnya, beliau sama sekali tak tanggap tentang apa yang sebenarnya terjadi, hey bung ical apa anda takut jatuh miskin karena menolong rakyat kecil sebagai AKIBAT DARI KERAKUSAN ANDA SEBAGAI SEORANG MANUSIA?
thompoel @ Jumat, 13 Juni 2008 | 17:09 WIB
hhhmmm......apa jadinya bangsa ini...
hhhmmm......apa jadinya bangsa ini...
tea @ Jumat, 13 Juni 2008 | 16:15 WIB
ckckckck... pak ical.. pak ical.. dimana hati nuranimu pak... bpk kan jd salah satu orang terkaya tuh.. bahkan katanya kekayaanmu itu nambah secara SIGNIFIKAN.. masa ganti rugi warga desa yg kena semburan lumpur aja gak bisa sih?? bapak gak bakalan jatuh miskin deh.. kasian pak tu rakyat luntang lantung gak jelas gitu... mbok ya punya sedikit rasa kasian... gemes gw..
ckckckck... pak ical.. pak ical.. dimana hati nuranimu pak... bpk kan jd salah satu orang terkaya tuh.. bahkan katanya kekayaanmu itu nambah secara SIGNIFIKAN.. masa ganti rugi warga desa yg kena semburan lumpur aja gak bisa sih?? bapak gak bakalan jatuh miskin deh.. kasian pak tu rakyat luntang lantung gak jelas gitu... mbok ya punya sedikit rasa kasian... gemes gw..
aris @ Jumat, 13 Juni 2008 | 16:02 WIB
saya sangat salut ada profesor dari universitas di inggris yang menyatakan lumpur lapindo bukan akibat bencana alam tapi akibat pengeboran banjar panji 1.....mungkin banyak ilmuwan indonesia " dibayar" untuk mengatakan bahwa kejadian itu akibat bencana alam....saya salut dengan ilmuawan dari luar negeri yang tidak mau " dibayar" tetapi lebih mementingkan penelitian ilmiah
saya sangat salut ada profesor dari universitas di inggris yang menyatakan lumpur lapindo bukan akibat bencana alam tapi akibat pengeboran banjar panji 1.....mungkin banyak ilmuwan indonesia " dibayar" untuk mengatakan bahwa kejadian itu akibat bencana alam....saya salut dengan ilmuawan dari luar negeri yang tidak mau " dibayar" tetapi lebih mementingkan penelitian ilmiah
wombat @ Jumat, 13 Juni 2008 | 15:52 WIB
Money and Power speak louder than words.... dia punya power dan duit dia bisa saja atur semua hasil investigasi ini....ayoo...KPK mbok ini nggak ditangani sich..!!
Money and Power speak louder than words.... dia punya power dan duit dia bisa saja atur semua hasil investigasi ini....ayoo...KPK mbok ini nggak ditangani sich..!!
enviro @ Kamis, 12 Juni 2008 | 23:02 WIB
iya 100 lawan 1, tapi yang satu ini berbobot pak, journal terkenal dan dibaca international. kalau yang 100 itu mana ya?? anda menang di dalam negeri, tapi buruk di mata international
iya 100 lawan 1, tapi yang satu ini berbobot pak, journal terkenal dan dibaca international. kalau yang 100 itu mana ya?? anda menang di dalam negeri, tapi buruk di mata international
dei @ Kamis, 12 Juni 2008 | 22:26 WIB
MANA ADA ABURIZAL BAKRI MAU MENGAKU.NAMANYA JG SALAH, TIDAK BAKAL BERANI ABURIZAL MENGAKU BERSALAH.
MANA ADA ABURIZAL BAKRI MAU MENGAKU.NAMANYA JG SALAH, TIDAK BAKAL BERANI ABURIZAL MENGAKU BERSALAH.
robby simamora @ Kamis, 12 Juni 2008 | 22:19 WIB
kita dalam situasi dimana setiap lini kehidupan rakyat bangsa ini sedang menghadapi cobaan. biaya hidup yang semakin mahal, ancaman krisis pangan karena ketidaktransparansian pengumuman cadangan beras, usaha rakyat yang kolaps karena kenaikan BBM
kita dalam situasi dimana setiap lini kehidupan rakyat bangsa ini sedang menghadapi cobaan. biaya hidup yang semakin mahal, ancaman krisis pangan karena ketidaktransparansian pengumuman cadangan beras, usaha rakyat yang kolaps karena kenaikan BBM
Didi @ Kamis, 12 Juni 2008 | 21:24 WIB
Dasar negara kita pancasila kan ? maka kita pakai deh itu bukannya akan lebih baik jikalau ada orang luar negeri yang meneliti karena bukan kebule-annya tapi keahlian mereka patut kita contoh bukan begitu Pak. Bakri ?? yang pasti 100 : 1 ya yang menang angka 100 tapi kebenaran pasti akan mengangkat segala-galanya jikalau ada titik kesadaran dan kemanusiaan yang tinggi.
Dasar negara kita pancasila kan ? maka kita pakai deh itu bukannya akan lebih baik jikalau ada orang luar negeri yang meneliti karena bukan kebule-annya tapi keahlian mereka patut kita contoh bukan begitu Pak. Bakri ?? yang pasti 100 : 1 ya yang menang angka 100 tapi kebenaran pasti akan mengangkat segala-galanya jikalau ada titik kesadaran dan kemanusiaan yang tinggi.
catur @ Kamis, 12 Juni 2008 | 21:22 WIB
Kalau memang akibat gempa di Jogja apakah ada penelitiannya. Pak ical jangan suka mengaburkan hal-hal yang sudah jelas donk. Buat penelitian, baru berkomentar. Catur-Elmhurst NY
Kalau memang akibat gempa di Jogja apakah ada penelitiannya. Pak ical jangan suka mengaburkan hal-hal yang sudah jelas donk. Buat penelitian, baru berkomentar. Catur-Elmhurst NY
sago @ Jumat, 13 Juni 2008 | 05:01 WIB
suatu kebenaran walaupun ditantang dengan berapapun penyalahan ya akan tetap benar gitu loh
suatu kebenaran walaupun ditantang dengan berapapun penyalahan ya akan tetap benar gitu loh
Sudirman @ Jumat, 13 Juni 2008 | 04:57 WIB
kejadian ini merupakan pelajaran yang mahal buat pemenuhan energi di Indonesia, hal ini klo terjadi di hutan belantara atau lokasi yang tidaka ada penghuninya ya tdk masalah oleh sebab itu AMDAL harus lebih ketat dan teliti jika ada kegiatan semacam itu di tengah permukiman
kejadian ini merupakan pelajaran yang mahal buat pemenuhan energi di Indonesia, hal ini klo terjadi di hutan belantara atau lokasi yang tidaka ada penghuninya ya tdk masalah oleh sebab itu AMDAL harus lebih ketat dan teliti jika ada kegiatan semacam itu di tengah permukiman
wombat @ Jumat, 13 Juni 2008 | 04:40 WIB
bukan rahasia umum lagi...Seharusnya KPK perlu juga untuk meng investigasi masalah ini.
bukan rahasia umum lagi...Seharusnya KPK perlu juga untuk meng investigasi masalah ini.
wombat @ Jumat, 13 Juni 2008 | 04:40 WIB
bukan rahasia umum lagi...Seharusnya KPK perlu juga untuk meng investigasi masalah ini.
bukan rahasia umum lagi...Seharusnya KPK perlu juga untuk meng investigasi masalah ini.
gede @ Jumat, 13 Juni 2008 | 01:15 WIB
wah... Lapindo oh lapindo rakyat kecil susah, pejabat malah kyk berkah... halah2... capee deh...
wah... Lapindo oh lapindo rakyat kecil susah, pejabat malah kyk berkah... halah2... capee deh...
adi @ Jumat, 13 Juni 2008 | 11:24 WIB
Menko kesra kok malah tidak mensejahterakan rakyat??
Menko kesra kok malah tidak mensejahterakan rakyat??
yen @ Jumat, 13 Juni 2008 | 10:51 WIB
menteri kok komen nya ga mutu ya...kliatan banget subjectivitasnya...secara lapindo punya dia geto looh.. bener2 ga punya nyali utk tanggungjawab.
menteri kok komen nya ga mutu ya...kliatan banget subjectivitasnya...secara lapindo punya dia geto looh.. bener2 ga punya nyali utk tanggungjawab.
si budi kecil @ Jumat, 13 Juni 2008 | 10:23 WIB
HIDUP BAKRI, anda telah menjadi orang terkaya di Asia, saatnya dari anak bangsa, menjadi orang terkaya di dunia, mari kita berdoa agar kasus lapindo, berubah status menjadi BENCANA NASIONAL, sehingga Bakrie tidak mengeluarkan sepeser pun untuk membayar ganti rugi
HIDUP BAKRI, anda telah menjadi orang terkaya di Asia, saatnya dari anak bangsa, menjadi orang terkaya di dunia, mari kita berdoa agar kasus lapindo, berubah status menjadi BENCANA NASIONAL, sehingga Bakrie tidak mengeluarkan sepeser pun untuk membayar ganti rugi
Glufixxx @ Jumat, 13 Juni 2008 | 06:46 WIB
ya jelaslah wong yg 100 sudah "diatur", makanya dagu lu tambah panjang aje...
ya jelaslah wong yg 100 sudah "diatur", makanya dagu lu tambah panjang aje...
warga lapindo @ Jumat, 13 Juni 2008 | 06:22 WIB
Ical Semakin punya kuasa kamu semakin angkuh,. tidak mempedulikan masyarakat. aku tau partai kamu mengajak kamu bergabung karena mereka butuh uang kamu dan kamu membutuhkan kekuatan politik untuk menjalankan bisnis kotor mu. semoga Allah melimpahkan adzab yang pedih kepadamu.....
Ical Semakin punya kuasa kamu semakin angkuh,. tidak mempedulikan masyarakat. aku tau partai kamu mengajak kamu bergabung karena mereka butuh uang kamu dan kamu membutuhkan kekuatan politik untuk menjalankan bisnis kotor mu. semoga Allah melimpahkan adzab yang pedih kepadamu.....
rianovria @ Jumat, 13 Juni 2008 | 13:10 WIB
saya percaya, 1000 x percaya dgn teori geolog inggris itu. Mari para geolog Indonesia bersatu mencari kebenaran. InsyaAllah Tuhan akan membuka kebenaran dan menjatuhkan kebathilan..Amiien
saya percaya, 1000 x percaya dgn teori geolog inggris itu. Mari para geolog Indonesia bersatu mencari kebenaran. InsyaAllah Tuhan akan membuka kebenaran dan menjatuhkan kebathilan..Amiien
Andra @ Jumat, 13 Juni 2008 | 13:09 WIB
Ical, coba kita tunggu kasus anda setelah pemilu 2009, setelah ganti pemerintahan. Oke?
Ical, coba kita tunggu kasus anda setelah pemilu 2009, setelah ganti pemerintahan. Oke?
atn @ Jumat, 13 Juni 2008 | 13:08 WIB
kalau nggak percaya soal itu tanya dong pakar geologi yang brkompeten.......coba siapa pakar yang bilang akibat gempa yogya?????/kasihan gempanya dijadikan kambing congek.......
kalau nggak percaya soal itu tanya dong pakar geologi yang brkompeten.......coba siapa pakar yang bilang akibat gempa yogya?????/kasihan gempanya dijadikan kambing congek.......
tonny @ Jumat, 13 Juni 2008 | 12:41 WIB
Mungkin malah gara-gara lumpur lapindo, maka terjadi gempa Yogya (2 hari berselang). Karena air lumpur yang keluar merupakan penahan lapisan keras dibawah, dan lapidan ini amblas (menimbulkan energi gempa yang besar) gara-gara air lumpur penahannya keluar lewat sumur lapindo (salah ngebor)...... si ical ini orang kaya banget (USD 6Billion hartanya ?), sisihkan 1% aja buat ganti rugi ke masyarakat yang kena dampak lumpur lapindo ini, buat ngurangi dosa2 anda selama ini.
Mungkin malah gara-gara lumpur lapindo, maka terjadi gempa Yogya (2 hari berselang). Karena air lumpur yang keluar merupakan penahan lapisan keras dibawah, dan lapidan ini amblas (menimbulkan energi gempa yang besar) gara-gara air lumpur penahannya keluar lewat sumur lapindo (salah ngebor)...... si ical ini orang kaya banget (USD 6Billion hartanya ?), sisihkan 1% aja buat ganti rugi ke masyarakat yang kena dampak lumpur lapindo ini, buat ngurangi dosa2 anda selama ini.
andy @ Jumat, 13 Juni 2008 | 12:08 WIB
Ini cobaan dari Allah untuk pak bakrie. Setelah diangkat jadi orang terkaya asia maka sekarang di berikan juga tanggungan kepada pak bakrie. Allah ingin tahu apakah berkat telah diberikan kepada orang yang benar
Ini cobaan dari Allah untuk pak bakrie. Setelah diangkat jadi orang terkaya asia maka sekarang di berikan juga tanggungan kepada pak bakrie. Allah ingin tahu apakah berkat telah diberikan kepada orang yang benar
dian @ Jumat, 13 Juni 2008 | 15:32 WIB
ical...ingat Yang Di Atas Maha Tahu....hidup di dunia hanya sebentar dan d akherat ada kehidupan yng abadi. Ingat akan ada pengadialan Allah..yng Maha Adil. Dan harta mu ga ada artinya di mata_Nya.
ical...ingat Yang Di Atas Maha Tahu....hidup di dunia hanya sebentar dan d akherat ada kehidupan yng abadi. Ingat akan ada pengadialan Allah..yng Maha Adil. Dan harta mu ga ada artinya di mata_Nya.
bonar @ Jumat, 13 Juni 2008 | 15:02 WIB
yah ... begitulah kalau sudah tidak punya nurani. Jauh lebih bijak kalau dia mengulang saja kata-kata bosnya: "I am not a scientist my self".
yah ... begitulah kalau sudah tidak punya nurani. Jauh lebih bijak kalau dia mengulang saja kata-kata bosnya: "I am not a scientist my self".
pagoza @ Jumat, 13 Juni 2008 | 14:53 WIB
saya setuju Mas tonny, mungkin cukup 0,1 % sudah dapat mengatasi penderitaan rakyat yang sudah dua tahun ini bagai "gelandangan" ..selain itu Mas Ical kan usahanya bejibun, dari sabang ..tanah jawa ...sampai Irian..apalagi jabatan Mas Ical sbg wakil ketua BAKORNAS PB....OK BOS...siap ganti kan ? Kasian rakyat sidoarjo...salam
saya setuju Mas tonny, mungkin cukup 0,1 % sudah dapat mengatasi penderitaan rakyat yang sudah dua tahun ini bagai "gelandangan" ..selain itu Mas Ical kan usahanya bejibun, dari sabang ..tanah jawa ...sampai Irian..apalagi jabatan Mas Ical sbg wakil ketua BAKORNAS PB....OK BOS...siap ganti kan ? Kasian rakyat sidoarjo...salam
david @ Jumat, 13 Juni 2008 | 13:49 WIB
Ayo tokoh masyarakat lumpur lapindo mengajukan naik banding ke mahkamah agung. Sebab ini menyangkut nasib banyak orang. Di tempat lain juga coba hubungi coba meminta agar beliau mau paling tidak menulis surat yang berisi hasil penelitiannya secara detail kenapa beliau bisa yakin ini adalah kesalahan pengeboran.kepada mahkamah agung
Ayo tokoh masyarakat lumpur lapindo mengajukan naik banding ke mahkamah agung. Sebab ini menyangkut nasib banyak orang. Di tempat lain juga coba hubungi coba meminta agar beliau mau paling tidak menulis surat yang berisi hasil penelitiannya secara detail kenapa beliau bisa yakin ini adalah kesalahan pengeboran.kepada mahkamah agung
sunrise @ Jumat, 13 Juni 2008 | 13:31 WIB
ya...... Alloh benamkan saja orang2 yang zalim terhadap korban bencana lumpur sidoarjo kedalam lumpurnya
ya...... Alloh benamkan saja orang2 yang zalim terhadap korban bencana lumpur sidoarjo kedalam lumpurnya


0 komentar:
Poskan Komentar